1. Otot
Otot merupakan alat gerak aktif.Pada
umumnya individu mempunyai kemampuan untuk bergerak. Gerakan tersebut
disebabkan karena kerja sama antara otot dan tulang. Tulang tidak dapat
berfungsi sebagai alat gerak jika tidak digerakan oleh otot.Otot mampu
menggerakan tulang karena mempunyai kemampuan berkontraksi.Kerangka manusia
merupakan kerangka dalam, yang tersusun dari tulang keras (osteon) dan tulang
rawan (kartilago).Sistem otot adalah sistem tubuh yang memiliki fugnsi seperti
untuk alat gerak, menyimpan glikogen dan menentukan postur tubuh.Terdiri atas
otot polos, otot jantung dan otot rangka.
Jaringan otot tersusun atas sel-sel
otot yang fungsinya menggerakkan organ-organ tubuh.Kemampuan tersebut
disebabkan karena jaringan otot mampu berkontraksi.Kontraksi otot dapat
berlangsung karena molekul-molekul protein yang membangun sel otot dapat
memanjang dan memendek.
2. Fasia
Selaput jaringan ikat tipis yg
membungkus otot dan memisahkan kelompok satu dng yg lain serta meliputi atau
menutupi struktur lainnya atau jaringan ikat berbentuk lembaran yang
menyelimuti otot. Nama lainnya jaringan ikat serabut putih, karena terbuat dari
serabut kolagen yang berwarna putih.
B. Jenis-jenis Otot
Jaringan otot dapat dibedakan
menjadi 3 macam :
§
Otot Polos
Jaringan otot polos mempunyai
serabut-serabut (fibril) yang homogen sehingga bila diamati di bawah mikroskop
tampak polos atau tidak bergaris-garis. Otot polos berkontraksi secara refleks
dan di bawah
pengaruh saraf otonom. Bila otot
polos dirangsang, reaksinya lambat.Otot polos terdapat pada saluran pencernaan,
dinding pembuluh darah, saluran pernafasan.
§
Otot Lurik/otot rangka
Nama lainnya adalah jaringan otot
kerangka karena sebagian besar jenis otot ini melekat pada kerangka
tubule.Kontraksinya menurut kehendak kita dan di bawah pengaruh saraf
sadar.Dinamakan otot lurik karena bila dilihat di bawah mikroskop tampak adanya
garis gelap dan terang berselang-seling melintang di sepanjang serabut otot.
Oleh sebab itu nama lain dari otot lurik adalah otot bergaris melintang.
Kontraksi otot lurik berlangsung
cepat bila menerima rangsangan, berkontraksi sesuai dengan kehendak dan di
bawah pengaruh saraf sadar.
Fungsi otot lurik untuk menggerakkan
tulang dan melindungi kerangka dari benturan keras
§
Otot Jantung (miokardium)
Jaringan otot ini hanya terdapat
pada lapisan tengah dinding jantung.Strukturnya menyerupai otot lurik, meskipun
begitu kontraksi otot jantung secara refleks serta reaksi terhadap rangsang
lambat.Fungsi otot jantung adalah untuk memompa darah ke luar jantung.
Otot itu beraneka ragam, ada yang
ceper, ada yang berbentuk kumparan dan ada pula yang berbentuk kipas. Menurut
susunannya, otot terdiri atas :
§
Otot berserabut sejajar dan
§Otot
bersirip.
Sedangkan menurut letaknya, otot
dibedakan menjadi otot-otot batang badan, otot-otot anggota gerak dan otot-otot
kepala.Otot-otot batang badan terdiri dari otot-otot perut, otot-otot punggung,
otot-otot dada dan otot-otot leher.Otot punggung tidak terlihat dari permukaan
tubuh.Otot punggung berfungsi untuk gerak-gerik tulang belakang.Otot perut
terentang antara gelang panggul dan rangka dada.Otot-otot tersebut dapat
memendek secara aktif.
Sedangkan Menurut jenis dasarnya
otot terdiri dari :
1. Otot Licin (Otot Polos)
Bergaris-garis tak beraturan.
2. Otot Kardia (Otot Jantung)
3. Otot Rangka
Bergaris-garis teratur.Otot ini
berfungsi menggerakkan rangka.
Fungsi Otot Rangka
§Menggerakkan
tulang pada artikulasinya (kontraksi dan relaksasi).
§Mempertahankan
sikap tubuh.
§
Menstabilkan sendi
§
Mengekalkan postur
Pada anggota gerak atas kita
terdapat otot bahu, otot lengan atas, otot lengan bawah dan otot
tangan.Sedangkan otot-otot anggota gerak bawah dapat dibedakan atas otot
pangkal paha, otot tungkai atas, otot tungkai bawah dan otot kaki.
Otot kepala terdiri dari otot-otot
wajah dan otot kunyah.Otot wajah pada satu atau kedua ujungnya menempel pada
kulit sehingga kita dapat menggerakkan kulit wajah (muka) kita.Otot ini disebut
juga otot mimik.
Otot mimik terkumpul di sekitar
mulut, hidung, mata dan telinga, sebagian ke daerah leher dan ke daerah
kepala.Otot kunyah melekat pada rahang bawah, diantaranya yaitu otot lidah yang
berpangkal pada tulang lidah, rahang bawah dan tengkorak.Otot ini menentukan
gerakan lidah kita.
C. Cara Kerja Otot
Dengan adanya protein khusus aktin
dan miosin, otot bekerja dengan memendek (berkontraksi) dan mengendur
(relaksasi).
Cara kerja otot dapat dibedakan :
§
Secara antagonis atau berlawanan; yaitu cara kerja dari dua otot yang satu
berkontraksi dan yang lain relaksasi.
Contoh: Otot trisep dan bisep pada
lengan atas.
§
Secara sinergis atau bersamaan; yaitu cara kerja dari dua otot atau lebih yang
sama berkontraksi dan sama-sama berelaksasi.
Contoh :
- otot-otot pronator yang terletak
pada lengan bawah
- otot-otot dada
- otot-otot perut
D. Mekanisme Kontraksi Otot
§ATP
muncul & mengikatkan diri pada kepala myosin sehingga celah aktin
terbuka.Sebagai akibatnya kepala myosin melepaskan ikatannya pada aktin.
§
Celah aktin akan menutup kembali bersamaan dengann hidrolisis ATP yang menyebabkan tegaknya posisi kepala
myosin (keadaan energi tinggi).
§
Kepala myosin mengikatkan diri pada monomer aktinn yang posisinya lebih dekat dengan disk Z dibandingkan
monomer aktin sebelumnya
§
Kepala myosin melepaskan Pi yang mengakibatkann tertutupnya celah aktin sehingga afinitas kepala myosin
terhadap aktin membesar ( keadaan transien ).
§
Terjadi geseran konformosional yang turut menarik ekor kepala myosin sepanjang
60 Aº menuju disk Z
§ADP
dilepaskan oleh kepala myosin dan siklus berlangsung lengkap.
E. Jenis kontraksi otot
a. Isotonik
§
Konsentrik ketegangan otot= gaya eksternal dan otot memendek
§
Eksentrik ketegangan otot= gaya eksternal dan otot memanjang
b.
Isometrik
§
Isokinetik kecepatan gerak sendi tetap, menghasilkan moment maksimal pada otot
§isoinertial
gaya eksternal tetap, menghasilkan moment submaksimal pada otot
F. Energi kontraksi otot
Merupakan hasil dari metabolisme
dari tubuh secara:
§
Aerobik
Yaitu dari oksidasi lemak,
karbohidrat, protein yang menghasilkan ATP+CO2+H2O
§
An aerob
Yaitu yang dihasilkan langsung dari
ATP
§
Penghasil energi tambahan berasal dari glikogen
G. Jenis Dan Macam Gangguan Pada
Otot Manusia
Pada manusia terdapat beberapa
masalah atau gangguan kesehatan pada otot yang terdapat pada tubuh yaitu :
1. Kelelahan Otot
Kelelahan otot adalah suatu keadaan
di mana otot tidak mampu lagi melakukan kontraksi sehingga mengakibatkan
terjadinya kram otot atau kejang-kejang otot.
2. Astrofi Otot
Astrofi otot adalah penurunan fungsi
otot akibat dari otot yang menjadi kecil dan kehilangan fungsi
kontraksi.Biasanya disebabkan oleh penyakit poliomielitis.
3. Distrofi Otot
Distrofi otot adalah suatu kelainan
otot yang biasanya terjadi pada anak-anak karena adanya penyakit kronis atau
cacat bawaan sejak lahir.
4. Kaku Leher / Leher Kaku / Stiff
Kaku leher adalah suatu kelainan
yang terjadi karena otot yang radang / peradangan otot trapesius leher karena
salah gerakan atau adanya hentakan pada leher serta menyebabkan rasa nyeri dan
kaku pada leher seseorang.
5. Hipotrofit Otot
Hipotrofit otot adalah suatu jenis
kelainan pada otot yang menyebabkan otot menjadi lebih besar dan tampak kuat
disebabkan karena aktivitas otot yang berlebihan yang umumnya karena kerja dan
olahraga berlebih.
6. Hernis Abdominal
Hernis abdominal adalah kelainan
pada dinding otot perut yang mengakibatkan penyakit hernia atau turun berok,
yaitu penurunan usus yang masuk ke dalam rongga perut.
Hubungan
Muskuloskeletal dengan Alat Reproduksi Wanita
BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah
Konsep gerak tidak hanya diartikan sebagai perpindahan
tempat saja akan tetapi gerakan dari bagian-bagian tubuh disebut juga sebagai
suatu gerakan. Contohnya, pada saat kita menulis, kita tidak berpindah tempat
hanyatangan kita saja yang bergerak.Pada saat kita menulus, kita dikatakan juga
sedang bergerak.
Manusia bergerak berpindah tempat atau hanya menggerakkan
bagian tubuhnya saja sesuai dengan keinginananya.Gerakan tubuh manusia terjadi
karena adanya kerjasama anatar tulang dan otot.Tulang tidak mempunyai kemampuan
untuk menggerakkan dirinya, oleh karena itu tulang disebut sebagai alat gerak
pasif.Sedangkan otot mempunyai kemampuan untuk berkontraksi dan berelaksasi
sehingga dapat menggerakkan tulang, oleh karena itu otot disebut sebagai alat
gerak pasif.Sistem muskuloskeletal merupakan sistem tubuh yang terdiri dari
otot (muskulo) dan tulang-tulang yang membentuk rangka (skelet).
B.
Rumusan Masalah
Dari
uraian latar belakang di atas maka penulis ingin membahas sedikit mengenai
Hubungan Muskuloskeletal dengan Alat Reproduksi Wanita.
BAB II
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
A. Muskuloskeletal
Sistem muskuloskeletal merupakan sistem tubuh yang terdiri
dari otot (muskulo) dan tulang-tulang yang membentuk rangka (skelet).Otot
adalah jaringan tubuh yang mempunyai kemampuan mengubah energi kimia menjadi
energi mekanik (gerak).Sedangkan rangka adalah bagian tubuh yang terdiri dari
tulang-tulang yang memungkinkan tubuh mempertahankan bentuk, sikap dan posisi.
Sistem muskuloskeletal memberi bentuk bagi tubuh.Sistem
muskuloskeletal melindungi organ-organ penting, misalnya otak dilindungi oleh
tulang-tulang tengkorak, jantung dan paru-paru terdapat pada rongga dada (cavum
thorax) yang dibentuk oleh tulang-tulang kostae (iga).
Sistem
muskuloskeletal meliputi :
1.
Tulang
· Tulang panjang (long bone), misalnya
femur, tibia, fibula, ulna, dan humerus.
· Tulang pendek (short bone), misalnya
tulang-tulang karpal.
· Tulang pipih (flat bone), misalnya
tulang pariental, iga, skapula, dan pelvis.
· Tulang sesamoid, misalnya tulang
patela.
· Tulang sutura (sutural bone), misalnya
tulang atap tengkorak.
2.
Persendian
Sendi
adalah Hubungan antara dua tulang atau lebih. Tiga macam sendi :
a. Sinartrosis (sendi tidak dapat
digerakkan) : sendi tulang tengkorak.
b. Amfiartrosis (sendi dengan gerak
terbatas) : sendi pada vertebra dan simfisis pubis.
c. Diartrosis (sendi yang mampu
bergerak bebas) :
· Sendi peluru
· Sendi engsel
· Sendi pelana
· Sendi peluncur
3.
Cartilago
Cartilago (tulang rawan) terdiri dari serat-serat yang diletakkan pada suatu gelatin yang kuat, tetapi fleksibel tidak memiliki vaskuler.
Cartilago (tulang rawan) terdiri dari serat-serat yang diletakkan pada suatu gelatin yang kuat, tetapi fleksibel tidak memiliki vaskuler.
4.
Ligamen
Susunan serabut yang terdiri dari jaringan ikat yang kenyal dan fleksibel.Ligamen mempertemukan kedua ujung tulang dan mempertahankan stabilitas.
Susunan serabut yang terdiri dari jaringan ikat yang kenyal dan fleksibel.Ligamen mempertemukan kedua ujung tulang dan mempertahankan stabilitas.
5.
Otot
Otot adalah jaringan yang mempunyai kemampuan khusus untuk berkontraksi. Otot terbagi menjadi :
Otot adalah jaringan yang mempunyai kemampuan khusus untuk berkontraksi. Otot terbagi menjadi :
a. Otot rangka (otot lurik) : terdapat
pada sistem skelet, memberikan pengontrolan pergerakan, mempertahankan postur
tubuh dan menghasilkan panas.
b. Otot viseral (otot polos) : terdapat
pada saluran cerna, perkemian, pembuluh darah. Otot ini mendapat rangsang dari
saraf otonom berkontraksi diluar kesadaran.
c. Otot jantung : hanya terdapat pada
jantung, berkontraksi diluar pengendalian.
6.
Tendon
Ikatan jaringan fibrosa yang padat yang merupakan ujung dari otot dan menempel kepada tulang.
Ikatan jaringan fibrosa yang padat yang merupakan ujung dari otot dan menempel kepada tulang.
7.
Bursa
Kantong kecil dari jaringan ikat disuatu tempat dimana digunakan di atas bagian yang bergerak. Misalnya antara tulang dan kulit, antara tulang dan tendon atau antara otot-otot.
Kantong kecil dari jaringan ikat disuatu tempat dimana digunakan di atas bagian yang bergerak. Misalnya antara tulang dan kulit, antara tulang dan tendon atau antara otot-otot.
8.
Fascia
Permukaan
jaringan penyambung longgar yang tetap langsung dibawah kulit (fascia super
ficial) atau sebagai pembungkus tebal, jaringan penyambung fibrous yang
membungkus otot, saraf dan pembuluh darah (fascia dalam).
B. ALAT
KELAMIN PEREMPUAN BAGIAN DALAM (GENETALIA INTERNA)
1.
Vagina
(Saluran Senggama)
Merupakan saluran
muskulo-membranasea (otot-selaput) yang menghubungkan rahim dengan dunia luar.
Bagian ototnya berasal dari otot levator ani dan otot sfingter ani (otot dubur)
sehingga dapat dikendalikan dan dilatih.Dinding vagina mempunyai lipatan
sirkuler (berkerut) yang disebut “rugae”. Dinding depan vagina berukuran 9cm
dan dinding belakangnya 11cm. Selaput vagina tidak mempunyai kelenjar sehingga
cairan yang selalu membasahi berasal dari kelenjar rahim atau lapisan dalam
rahim. Sebagian dari rahim yang menonjol pada vagina disebut “porsio” (leher rahim).
Vagina (saluran senggama) mempunyai fungsi penting :
· Sebagai jalan lahir bagian lunak,
· Sebagai sarana hubungan seksual
· Saluran untuk mengalirkan lendir dan
darah menstruasi.
Lendir
vagina banyak mengandung glikogen yang dapat dipecah oleh bakteri Doderlein,
sehingga keasaman cairan vagina sekitar 4,5 (bersifat asam).
2.
Rahim
(Uterus)
Bentuk rahim seperti buah
pir/Alpukat, dengan berat sekitar 30 gr. Terletak di panggul kecil diantara
rektum (bagian usus sebelum dubur) dan di depannya terletak kandung kemih.
Hanya bagian bawahnya disangga oleh ligamen yang kuat, sehingga bebas untuk
tumbuh dan berkembang saat kehamilan.Ruangan rahim berbentuk segitiga, dengan
bagian besarnya di atas.
Dari bagian atas rahim (fundus)
terdapat ligamen menuju lipatan paha (kanalis inguinalis), sehingga kedudukan
rahim menjadi ke arah depan. Lapisan otot rahim terdiri dari tiga lapis, yang
mempunyai kemampuan untuk tumbuh-kembang sehingga dapat memelihara dan
mempertahankan kehamilan selama sembilan bulan. Rahim juga merupakan jalan
lahir yang penting dan mempunyai kemampuan untuk mendorong jalan lahir.Segera
setelah persalinan otot rahim dapat menutup pembuluh darah untuk menghindari
perdarahan.Setelah persalinan, rahim dalam waktu 42 hari dapat mengecil seperti
semula.
Fungsi rahim:
· Sebagai alat tempat terjadinya
menstruasi
· Sebagai alat tumbuh dan berkembangnya
hasil konseps
· Tempat pembuatan hormon misal HCG
Bagian-bagian
dari rahim (uterus):
· Servik uteri
· Korpus uteri
· Fundus uteri
Secara
histologis uterus dibagi menjadi tiga bagian:
· Endometrium, yaitu lapisan uterus
yang paling dalam yang tiap bulan lepas sebagai darah menstruasi
· Miometrum, yaitu lapisan tengah
lapisan ini terdiri dari otot polos
· Perimetrium, merupakan lapisan luar
yang terdiri dari jaringan ikat
Uterus di dalam perut terapung-apung tetapi terfiksasi oleh jaringan-jaringan ikat & ligamentum
Ligamentum-ligamentum yang mengfiksir uterus :
Uterus di dalam perut terapung-apung tetapi terfiksasi oleh jaringan-jaringan ikat & ligamentum
Ligamentum-ligamentum yang mengfiksir uterus :
1. Ligamentum cardinale sinistra &
dextra (Mackenrodt)
Ligamen
ini fungsinya:
a. Mencegah supaya uterus tidak turun
b. Di dalamnya terdapat pembuluh darah
yang arteria & vena uterine
Ligamen ini berjalan dari servix
uteri dan puncak vagina ke arah lateral dinding panggul
Penyebab uterus turun:
a. Sering melahirkan
b. Perempuan yang sering melahirkan
sering dipijat
c. Orang yang sudah tua
2. Ligamentum Sakro Uterinum sinistra
& dextra
Fungsi
: menahan uterus supaya didak dapat bergerak
Berjalan
dari servik bagian belakang kiri kanan ke Os sacrum
3. Ligamentum Rotundum sinistra &
dextra
Ligamen
ini berjalan dari daerah Fundus uteri ke dinding panggul Pada perempuan hamil
sering mengalami nyeri pada daerah kaki bawah dikarenakan ligamen rotundum
tegang
4. Ligamentum Latum sinistra &
dextra
Merupakan
suatu jaringan lapis tipis yang menutupi tuba uterina dan uterus di sebelah
belakang ligamentum latum terdapat ovarium/indung telur
5. Ligamentum infundibulum pelvikum
sinistra & dextra
Di
dalam ligamen ini terdapat urat-urat syaraf kelenjar limfa serta arteria dan
vena ovarika untuk darah yang memberikan ke ovarium dan uterus
6. Ligamentum ovarii proprium
Yang
berjalan dari ovarium menuju ke bagian belakang Fundus uteri
Ligamentum ini secara embriologi berasal dari Gubernaculum seperti juga ligamentum rotundum
Ligamentum ini secara embriologi berasal dari Gubernaculum seperti juga ligamentum rotundum
3.
Tuba
Fallopii
Tuba Fallopii berasal dari ujung
ligamentum latum berjalan ke arah lateral, dengan panjang sekitar 12 cm. Tuba
Fallopii bukan merupakan saluran lurus, tetapi mempunyai bagian yang lebar
sehingga membedakannya menjadi empat bagian. Di ujungnya terbuka dan mempunyai
fimbriae (rumbai-rumbai), sehingga dapat menangkap ovum (telur) saat terjadi
pelepasan telur (ovulasi).Saluran telur ini menyalurkan saluran hasil konsepsi
(hasil pembuahan) menuju rahim. Tuba fallopii merupakan bagian yang paling
sensitif terhadap infeksi dan menjadi penyebab utama terjadinya
kemandulan (infertilitas).
Fungsi tuba fallopii sangat vital dalam proses kehamilan, yaitu menjadi saluran tempat bertemunya spermatozoa dan ovum, mempunyai fungsi penangkap ovum, tempat terjadinya pembuahan (fertilitas), menjadi saluran dan tempat pertumbuhan hasil pembuahan sebelum mampu menanamkan diri pada lapisan dalam rahim
Fungsi tuba:
Fungsi tuba fallopii sangat vital dalam proses kehamilan, yaitu menjadi saluran tempat bertemunya spermatozoa dan ovum, mempunyai fungsi penangkap ovum, tempat terjadinya pembuahan (fertilitas), menjadi saluran dan tempat pertumbuhan hasil pembuahan sebelum mampu menanamkan diri pada lapisan dalam rahim
Fungsi tuba:
· Tempat terjadinya fertilisasi
· Saluran yang mengeluarkan hasil
konsepsi
· Fimbria mengangkat ovum yang keluar
dari ovarium
4.
Indung
Telur (Ovarium)
Indung telur terletak antara rahim
dan dinding panggul, dan digantung ke rahim oleh ligamentum ovarii proprium dan
ke dinding panggul oleh ligamentum infundibulo-pelvikum. Indung telur merupakan
sumber hormonal perempuan yang paling utama, sehingga mempunyai dampak
keperempuanan dalam pengatur proses menstruasi. Indung telur mengeluarkan telur
(ovum) setiap bulan silih berganti kanan dan kiri.Pada saat telur (ovum) dikeluarkan
perempuan di sebut “dalam masa subur”.
Fungsi ovarium:
Sebagai penghasil sel telur / ovum
Sebagai organ yang menghasilkan
hormon (estrogen dan progesteron)
5.
Parametrium
(Penyangga Rahim)
Merupakan lipatan peritonium dengan
berbagai penebalan, yang menghubungkan rahim dengan tulang panggul. Lipatan
atasnya mengandung tuba fallopii dan ikut serta menyangga indumg telur.Bagian
ini sensitif terhadap infeksi sehingga mengganggu fungsinya.
Hampir keseluruhan alat reproduksi perempuan berada di rongga panggul. Setiap individu perempuan mempunyai rongga panggul (pelvis ) yang berbeda satu sama lain. Bentuk dan ukuran ini mempengaruhi kemudahan suatu proses persalinan. Dan perubahan ukuran pada panggul ini pula untuk mengukur umur kehamilan seorang perempuan.
Hampir keseluruhan alat reproduksi perempuan berada di rongga panggul. Setiap individu perempuan mempunyai rongga panggul (pelvis ) yang berbeda satu sama lain. Bentuk dan ukuran ini mempengaruhi kemudahan suatu proses persalinan. Dan perubahan ukuran pada panggul ini pula untuk mengukur umur kehamilan seorang perempuan.
C. Muskuloskeletal Pada Reproduksi
Wanita
Tulang
panggul atau tulang pelvis adalah penghubung antara badan dan anggota
bawah.Terdiri atas 3 pasang tulang yang bergabungan menjadi satu. Panggul wanita
terdiri dari :
1.
Bagian
Keras yang dibentuk oleh empat buah tulang :
· Tulang pangkal paha (os coccae)
Tulang
pangkal paha ada 2 buah. Tulang pangkal paha terdiri dari 3 buah tulang yang
berhubungan dengan yang lainnya pada acetabulum. Tulang tersebut adalah :
a. Tulang usus (os ilium)
Tulang
usus merupakan tulang terbesar panggul yang membentuk bagian atas dan belakang
panggul. Batas atas yang tebal disebut crista illiaka. Ujung depan maupun
belakang dari crista illiaka menonjol disebut spina iliaka anterior superior
dan spina iliaka posterior superior. Tonjolan tulang di bawah spina illiaka
anterior superior disebut spina illiaka anterior inferior dan sebelah bawah
spina illiaka posterior superior terdapat spina illiaka posterior inferior.Di
bawah spina illiaka posterior inferior terdapat tekik atau cekungan yang
disebut incisura iskhiadika major.Garis yang membatasi panggul besar dan
panggul kecil disebut linea inominata atau linea terminalis.
b. Tulang duduk (os ischium)
Tulang
duduk terletak di sebelah bawah tulang usus, pinggir belakangnya berduri
disebut spina iskhiadika. Di bawah spina iskhiadika terdapat incisura
ischiadika minor.Bagian pinggir bawah tulang duduk sangat tebal, yang dapat
mendukung berat badan pada saat duduk, disebut tuber iskhiadikum.Tuber
iskhiadikum merupakan ukuran melintang dari pintu atas panggul.
c. Tulang kemaluan (os pubis)
Tulang
kemaluan terletak di sebelah bawah dan depan dari tulang usus yang disebut
dengan tulang duduk. Tulang ini membatasi sebuah lubang yang terdapat dalam
tulang panggul, lubang ini disebut foramen obtoratorium.Ramus superior ossis
pubis merupakan tulang kemaluan yang berhubungan dengan tulang usus.Sedang yang
berhubungan dengan tulang duduk disebut ramus inferior ossis pubis.Ramus
inferior kiri dan kanan membentuk arkus pubis. Arkus pubis normal akan membentuk
sudut 90-100 derajat.
·
Tulang
kelangkang (os sacrum)
Tulang
kelangkang ada 1 buah. Tulang kelangkang merupakan tulang yang berbentuk
segitiga yang melebar di atas dan meruncing ke bawah.Tulang kelangkang terletak
di sebelah belakang antara kedua tulang pangkal paha.Tulang kelangkang terdiri
dari 5 ruas tulang senyawa.Kiri dan kanan dari garis tampak 5 buah lubang yang
disebut foramen sacralia anterior.Crista sacralis merupakan deretan cuat-cuat
duri yang terdapat di garis tengah tulang kelangkang. Bagian atas dari sakrum
yang berhubungan dengan 5 ruas tulang pinggang dan menonjol ke depan disebut
promontorium. Jarak antara promontorium dan pinggir atas simfisis merupakan
ukuran muka belakang dari pintu atas panggul.Ke samping tulang kelangkang
berhubungan dengan tulang pangkal paha melalui articulasio sacro illiaca.Ke
bawah tulang kelangkang berhubungan dengan tulang tungging.
· Tulang tungging (os coxcigis)
Tulang
tungging ada 1 buah. Tulang tungging berbentuk segitiga dan terdiri dari 3-5
ruas, tulang yang bersatu.Pada saat persalinan, ujung tulang tungging dapat
ditolak sedikit ke belakang, sehingga ukuran pintu bawah panggul bertambah
besar.
2.
Bagian
Lunak :
Bagian panggul yang lunak terdiri
dari otot-otot dan ligamen yang meliputi dinding panggul sebelah dalam dan yang
menutupi panggul sebelah bawah. Bagian yang membentuk dasar panggul disebut
diafragma pelvis.
Diafragma pelvis terdiri dari:
a. Pars Muskularis
Pars
muskularis yaitu muskulus levator ani. Muskulus levator ani terletak agak ke
belakang dan merupakan suatu sekat yang ditembus oleh rektum. Muskulus levator
ani kiri dan kanan terdiri dari 3 bagian yaitu:
·
Muskulus
pubokogsigis dari os pubis ke septum anokogsigeum
·
Muskulus
illio kogsigeus dari arkus tendineus muskulus levator ani ke os kogsigis dan
septum anokogsigeum
·
Musculus
ischio coccygis dari spina ischiadika ke pinggir os sacrum dan os coccygis
b. Pars Membranosa
Pars
membranosa yaitu diafragma urogenital.Antara muskulus pubio kogsigeus kiri
kanan terdapat celah berbentuk segitiga yang disebut hiatus urigenitalis yang
tertutup oleh sekat yang disebut diafragma urogenitalis. Sekat ini menutupi
pintu bawah panggul disebelah depan dan ditembus oleh uretra dan vagina.
c. Regio Perineum
Regio
perineum merupakan bagian permukaan dari pintu bawah panggul. Daerah ini terbagi
menjadi 2 bagian, yaitu:
·
Regio
analis disebelah belakang – Pada regio analis terdapat muskulus spinter
eksternus yang mengelilingi anus dan liang senggama bagian bawah
·
Regio
urogenitalis – Pada regio urogenitalis terdapat muskulus ischiokavernosus dan
muskulus transversus perinei superfisialis
·
Ligamen-ligamen
yang penting adalah ligamen sacro illiaka, ligamen sacro spinosum dan ligamen
sacro tuberosum.
Pintu atas panggul (Pelvic brim) membagi pelvis menjadi pelvis palsu (atas) dan pelvis sejati (bawah). Pintu ini dibentuk oleh promontorium sakralis di belakang, linea iliopektinealis di lateral dan simfisis pubis di anterior. Pintu bawah panggul dibatasi oleh koksigis di belakang, tuberositas iskia di lateral dan arkus pubis di anterior. Pelvis sejati (rongga pelvis terletak antara pintu atas dan pintu bawah panggul.Pelvis palsu sebaiknya dianggap sebagai bagian dari rongga abdomen.
Dasar Panggul
Otot-otot dasar panggul mendukung
visera: menghasilkan fungsi sfingter pada rektum dan vagina serta membantu
meningkatkan tekanan intraabdomen saat menggeliat. Rektum, uretra, dan vagina
(pada wanita) melewati dasar panggul dan menuju ke luar. M. Levator ani dan M.
Koksigeus membentuk dasar panggul, sedangkan M. Piriformis menutupi bagian
depan sakrum.
· M. Levator Ani : keluar dari aspek
posterior pubis, fasia yang menutupi obturatorius internus di dinding dalam pelvis
dan spina iskiadika.
· M. Koksigeus : keluar dari spina
iskiadika dan masuk ke bagian bawah sakrum dan koksigis.
Tabel
Otot Panggul
Otot
Fungsi Origo Insersio
· Iliopsoas
· Gluteusmaksimus
· Gluteus Medius
Menfleksi femur
Mengekstensi
femur
Mengaduksi
femur
· Ilium, vertebra, lumbalis.
· Krista, iliaca, sacrum
· ilium Femur
D. Fungsi Umum Panggul Wanita
Fungsi
umum panggul wanita adalah sebagai berikut :
1.
Bagian
keras panggul wanita terdiri dari dan berfungsi :
2.
Panggul
Besar (pelvis mayor)
3.
Menyangga
isi abdomen (perut).
4.
Panggul
kecil (pelvis minor)
5.
Membentuk
jalan lahir
6.
Tempat
alat genitalia
7.
Bagian
Lunak panggul wanita berfungsi :
a. Membentuk lapisan dalam jalan lahir.
b. Menyangga alat genetalia agar tetap
dalam posisi yang normal saat hamil maupun saat kala nifas.
c. Saat persalinan, berperan dalam
proses pelahiran dan kala uri.
Pembahasan tentang panggul wanita dalam kebidanan dimaksudkan adalah penggul kecil yang menentukan jalannya persalinan. Untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas, di bawah ini akan dibahas secara singkat tentang tulang panggul :
Pembahasan tentang panggul wanita dalam kebidanan dimaksudkan adalah penggul kecil yang menentukan jalannya persalinan. Untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas, di bawah ini akan dibahas secara singkat tentang tulang panggul :
8.
Tulang
pangkal paha (os coxae)
Terdiri dari tiga buah tulang yang
berhubungan satu dengan lainnya pada asetabulum, yaitu mangkok tempat dari
kepala tulang paha (kaput femoris). Ketiga tulang tersebut adalah tulang usus
(os ilium), tulang duduk (os ischium), dan tulang kemaluan (os pubis).
a. Tulang usus (os ilium)
· Merupakan tulang terbesar dari
panggul dan membentuk bagian atas dan belakang panggul.
· Batas atasnya merupakan penebalan
tulang yang disebut krista iliaca.
· Ujung depan dan belakang krista
iliaca menonjol: spina iliaca anterior superior dan spina iliaca posterior
superior.
· Terdapat tonjolan memanjang di
bagian dalam tulang usus (os ilium) yang membagi pelvis mayor dan pelvis minor
disebut linea innominata (linea terminalis).
· Linea terminalis merupakan bagian
dari pintu atas panggul.
b. Tulang duduk ( os ischium)
· Terdapat disebelah bawah tulang
usus.
· Pinggir belakangnya menonjol: spina
ischiadica.
· Pinggir bawah tulang duduk sangat
tebal, yang mendukung badan saat duduk disebut tuber ischiadicum.
c. Tulang kemaluan (os pubis)
· Terdapat disebelah bawah dan depan
tulang usus.
· Dengan tulang duduk dibatasi foramen
obturatum.
· Tangkai tulang kemaluan yang
berhubungan dengan tulang usus: ramus superior ossis pubis.
9.
Tulang
kelangkang (os sacrum)
Tulang ini berbentuk segitiga dengan
lebar di bagian atas dan mengecil di bagian bawahnya. Tulang kelangkang
terletak di antara kedua tulang pangkal paha yang terdiri dari dan mempunyai
ciri :
a. Terdiri dari lima ruas tulang yang
berhubungan erat.
b. Permukaan depan licin dengan
lengkungan dari atas ke bawah dan dari kanan maupun kiri.
c. Di kanan dan kiri, garis tengah
terdapat lubang yang akan dilalui saraf: foramina sacralia anterior.
d. Tulang kelangkang berhubungan dengan
tulang pinggang ruas kelima.
e. Tulang kelangkang yang paling atas
mempunyai tonjolan besar ke depan disebut promontorium.
f. Ke samping tulang kelangkang
berhubungan dengan tulang pangkal paha melalui artikulasio sacro-iliaca.
g. Ke bawah tulang kelangkang
berhubungan dengan tulang tungging (os coc-cygis).
10.
Tulang
tungging (os coccygis)
a. Bentuk segitiga dengan ruas 3 sampai
5 buah dan bersatu.
b. Pada saat persalinan tulang tungging
dapat didorong ke belakang sehingga memperluas jalan lahir.
E. Kesatuan Tulang Pangkal Paha
Tulang
panggul yang terdiri dari empat buah tulang berhubungan erat melalui
persendian.Di samping persendian, tulang panggul dihubungkan oleh jaringan ikat
berupa ligamentum sehingga seluruhnya merupakan dan membentuk jalan lahir yang
kuat.
Tulang pangkal paha yang membentuk panggul kecil (pelvis minor) berhubungan dengan tulang kelangkang melalui artikulasi sacro-iliaca. Jaringan ikat yang menghubungkan tulang tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut :
Tulang pangkal paha yang membentuk panggul kecil (pelvis minor) berhubungan dengan tulang kelangkang melalui artikulasi sacro-iliaca. Jaringan ikat yang menghubungkan tulang tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut :
1.
Permukaan
belakang tulang kelangkang ke tulang usus.
a. Ligamentum sacro-iliaca posterior.
b. Permukaan depan tulang kelangkang ke
tulang usus.
· Ligamentum sacro-iliaca anterior.
· Ligamentum iliolumbalis.
· Ligamentum sacro-iliaca interossea.
c. Tulang kelangkang ke spina
ischiadica.
· Ligamentum sacrospinosum : terentang
dari bagian lateral sakrum dan koksigis menuju spina iskiadika.
d. Tulang kelangkang ke tuber ossis
ischiadica.
· Ligamentum sacrotuberosum :
terentang dari bagian lateral sakrum dan koksigis menuju tuberositas iskia.
e. Tulang pangkal paha kanan dan kiri
dihubungkan oleh
· Simfisis pubis.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Sistem
muskuloskeletal merupakan sistem tubuh yang terdiri dari otot (muskulo) dan
tulang-tulang yang membentuk rangka (skelet).
Panggul
wanita terdiri dari :
1. Bagian keras : tulang pangkal paha,
tulang kelangkang, dan tulang tungging.
2. Bagian lunak : diafragma pelvis,
dibentuk oleh :
a. Pars muskularis levator ani.
b. Pars membranasea.
c. Regio perineum.
B.
Saran
Kami
yakin dalam penyusunan makalah ini belum begitu sempurna karena kami dalam
tahap belajar, maka dari itu kami berharap bagi kawan-kawan semua bisa memberi
saran dan usul serta kritikan yang baik dan membangun sehingga makalah ini
menjadi sederhana dan bermanfaat dan apabila ada kesalahan dan kejanggalan kami
mohon maaf karena kami hanyalah hamba yang memiliki ilmu dan kemampuan yang
terbatas.
DAFTAR PUSTAKA
Kusmiyati, Y. 2010. Perawatan Ibu
Hamil. Cetakan ke VI.Fitramaya.Yogyakarta.
Neil, W.R. 2001. Panduan Lengkap Perawatan Kehamilan. Jakarta. Dian Rakyat.
Salmah, dkk. 2006. Asuhan Kebidanan Antenatal. EGC. Jakarta.
Scott, J. 2002. Danforth Buku Saku Obstetri dan Ginekologi. Widya Medika. Jakarta.
Irianto, Kus. 2004. Struktur dan Fungsi Tubuh Manusia Untuk Para Medis. CV. Yramawidya. Bandung.
Sanders, Scanlon. 2007. Buku Ajar Anatomi dan Fisiologi Edisi 3. EGC.
Faiz, Omar dan David Moffat. 2003. At A Glance Anatomi. Erlangga.
Neil, W.R. 2001. Panduan Lengkap Perawatan Kehamilan. Jakarta. Dian Rakyat.
Salmah, dkk. 2006. Asuhan Kebidanan Antenatal. EGC. Jakarta.
Scott, J. 2002. Danforth Buku Saku Obstetri dan Ginekologi. Widya Medika. Jakarta.
Irianto, Kus. 2004. Struktur dan Fungsi Tubuh Manusia Untuk Para Medis. CV. Yramawidya. Bandung.
Sanders, Scanlon. 2007. Buku Ajar Anatomi dan Fisiologi Edisi 3. EGC.
Faiz, Omar dan David Moffat. 2003. At A Glance Anatomi. Erlangga.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar